RISALAH

Aktual dan Terpercaya

ADVETORIAL DP3AP2KB

KB Jadi Strategi Tekan Risiko Stunting, DP3AP2KB PPU Siapkan Safari KB Gratis


PENAJAM
– Upaya mencegah stunting di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) tidak hanya dilakukan melalui pemenuhan gizi anak. Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) PPU juga mendorong penguatan program Keluarga Berencana (KB) sebagai salah satu strategi menekan risiko stunting sejak sebelum kehamilan.

Kabid P4 dan Plt KBK3 DP3AP2KB PPU, Andriany Yusnita,  mengatakan kepesertaan KB memiliki kaitan erat dengan upaya pencegahan stunting. Pengaturan kehamilan dinilai penting untuk menghindari kondisi yang masuk dalam prinsip 4T, yakni terlalu tua, terlalu dekat, terlalu banyak, dan terlalu muda saat melahirkan.

“KB itu sangat berkaitan dengan stunting. Kalau masyarakat tidak ber-KB, mereka berisiko melahirkan anak stunting. Ini terkait dengan prinsip 4T, yaitu terlalu tua, terlalu dekat, terlalu banyak, dan terlalu muda saat melahirkan,” ujar Andriany, Sabtu (8/8/2026).

Menurut dia, pengendalian faktor 4T melalui program KB menjadi salah satu bagian dari berbagai indikator pencegahan stunting yang dijalankan pemerintah. Karena itu, edukasi mengenai kesehatan reproduksi dan perencanaan keluarga terus diperkuat kepada masyarakat.

“Jika hal ini dikendalikan lewat KB, risiko stunting bisa diturunkan,” katanya.

Untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan kontrasepsi, DP3AP2KB PPU juga menyiapkan Pelayanan Safari KB gratis menjelang peringatan Hari Kontrasepsi Dunia pada September mendatang.

Layanan tersebut nantinya mencakup sejumlah metode kontrasepsi, di antaranya pemasangan implan dan Intrauterine Device (IUD). Pelaksanaan kegiatan akan lebih diarahkan pada pelayanan langsung kepada masyarakat, berbeda dengan kegiatan sebelumnya yang sempat dilakukan melalui kegiatan di area Car Free Day (CFD).

“Kalau CFD dulu kan sifatnya umum dan bukan di momen pelayanan langsung. Untuk Hari Kontrasepsi Dunia nanti, kami masih menunggu petunjuk teknis dari pusat yang turun ke provinsi, baru ke daerah,” jelasnya.

Sambil menunggu petunjuk teknis tersebut, DP3AP2KB PPU memastikan pelayanan KB tetap berjalan. Dalam waktu dekat, pelayanan Safari KB gratis direncanakan berlangsung di Puskesmas Penajam.

“Dalam waktu dekat kami akan mengadakan Pelayanan Safari KB gratis di Puskesmas Penajam,” ujarnya.

Andriany mengatakan, penguatan kepesertaan KB juga dilakukan melalui momentum nasional seperti Hari Keluarga Nasional (Harganas) dan Hari Ulang Tahun Ikatan Bidan Indonesia (HUT IBI). Setiap momentum tersebut menjadi kesempatan untuk menjaring peserta KB baru sesuai target yang telah ditetapkan.

Pada momentum Harganas sebelumnya, target peserta KB baru di PPU disebut berhasil terpenuhi sesuai alokasi waktu dua bulan yang diberikan.

Namun, ia mengakui menjaring peserta yang benar-benar baru menggunakan kontrasepsi atau new user memiliki tantangan tersendiri. Kondisi tersebut berbeda dengan peserta lama yang hanya mengganti metode kontrasepsi.

Karena itu, edukasi menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan kepesertaan. Penyuluh KB terus memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya perencanaan kehamilan, sementara pelayanan medis dilakukan melalui fasilitas kesehatan.

“Puskesmas adalah ujung tombak kami. DP3AP2KB menyediakan fasilitas dan alat kontrasepsinya, tetapi yang memberikan pelayanan medis langsung kepada masyarakat adalah kawan-kawan di Puskesmas,” kata Andriany.

Ia menegaskan, keberhasilan program KB tidak dapat dilakukan oleh DP3AP2KB sendiri. Sinergi antara penyuluh KB, Puskesmas, tenaga medis, serta sektor terkait diperlukan agar pelayanan kontrasepsi dapat menjangkau masyarakat secara optimal.

“Tanpa peran penyuluh dan tenaga kesehatan setempat, program pelayanan gratis ini tidak akan berjalan maksimal,” pungkasnya. (adv

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *