RISALAH

Aktual dan Terpercaya

ADVETORIAL Penajam Paser Utara

Tim Gabungan Lanjutkan Pemadaman Karhutla di Petung PPU

Tim gabungan di lapangan berupaya memadamkan api.

RISALAH, PENAJAM – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di RT 16, Kelurahan Petung, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), masih menyisakan sejumlah titik api dan asap hingga Senin (28/9/2026) malam. Tim gabungan terus melakukan pemadaman dan pendinginan untuk mencegah api meluas.

Karhutla tersebut dilaporkan terjadi pada Minggu (27/9/2026) sekitar pukul 15.20 WITA. Laporan kejadian diterima pada pukul 15.45 WITA. Penanganan kemudian dilanjutkan pada hari berikutnya dengan melibatkan sejumlah unsur, baik dari pemerintah daerah, aparat keamanan, perusahaan, maupun masyarakat.

Kepala BPBD PPU, Nurlaila mengatakan berdasarkan laporan penanganan lanjutan, area yang terbakar merupakan lahan gambut yang ditumbuhi semak belukar dan pepohonan. Di lokasi tersebut juga terdapat sejumlah kebun kelapa sawit serta lahan perkebunan buah-buahan.

“Hingga Senin malam, luas area yang terbakar belum dapat dipastikan. Pengukuran luas lahan terdampak direncanakan dilakukan pada Selasa pagi untuk memperoleh data yang lebih akurat,” ujarnya.

Ia juga mengatakan bahwa tim gabungan pada penanganan hari kedua masih memfokuskan upaya pada pemadaman titik api dan titik asap yang terpantau di sejumlah bagian lokasi. Pemadaman dilakukan secara manual serta menggunakan mesin portable dengan beberapa titik penyemprotan.

Peralatan yang digunakan antara lain dua mesin portable milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) PPU, dua mesin portable Dinas Pertanian (Distan) PPU, dua mesin portable PT KMS, satu mesin portable Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Pos Petung, serta satu mesin portable Manggala Agni Daops Paser.

“Upaya pemadaman dan pendinginan berlangsung hingga sekitar pukul 21.30 WITA. Namun, berdasarkan pemantauan visual di lokasi, masih terdapat beberapa titik api dan asap yang belum dapat ditangani pada malam hari. Sejumlah titik api dengan intensitas cukup besar juga masih terpantau di lokasi,” ujarnya.

Karena kondisi tersebut, penanganan akan kembali dilanjutkan pada Selasa pagi dengan fokus pada pemadaman titik api yang masih aktif serta pendinginan area untuk mencegah munculnya kembali api.

Dalam penanganan karhutla tersebut, tim gabungan yang terlibat terdiri atas BPBD PPU, Brigade Karlabun Distan, DPKP Pos Petung, PT KMS, Manggala Agni Daops Paser, Polres PPU, Pospol Petung, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Satpol PP, Lurah Petung, Ketua RT 16 Kelurahan Petung, serta masyarakat.

Sejumlah kendaraan operasional dan peralatan pemadaman juga dikerahkan. BPBD PPU menurunkan dua unit mobil operasional dan dua mesin portable. DPKP Pos Petung mengerahkan satu unit mobil operasional dan satu mesin portable. Brigade Karlabun Distan menurunkan satu unit mobil slip-on dan satu mesin portable.

Sementara itu, PT KMS mengerahkan dua mesin portable, sedangkan Manggala Agni Daops Paser menurunkan satu unit mobil operasional dan satu mesin portable. Polres PPU turut mendukung penanganan dengan satu unit mobil operasional.

Adapun lahan yang terdampak diketahui terdiri atas sejumlah lahan perkebunan dan lahan kosong milik warga. Di antaranya merupakan kebun kelapa sawit, kebun buah-buahan, serta lahan kosong yang sebagian ditumbuhi tanaman.

Terkait penyebab kebakaran, hingga laporan penanganan tersebut diperbarui, masih dalam proses penyelidikan pihak kepolisian. Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui sumber dan penyebab pasti terjadinya karhutla.

Tim gabungan terus melakukan pemantauan dan penanganan di lokasi guna mengendalikan api serta mencegah meluasnya kebakaran ke area lain. Penanganan lanjutan akan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi lapangan dan titik api yang masih terpantau.

(ADV DISKOMINFO PPU)

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *