
RISALAH, PENAJAM – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) resmi menyalurkan tambahan kuota bahan bakar minyak bersubsidi jenis solar sebanyak 32.000 liter. Bantuan ini ditujukan bagi 130 nelayan yang berdomisili di Kelurahan Pantai Lango dan Kelurahan Jenebora. Proses penyaluran dilakukan melalui SPBU Sotek Nomor 65.762.002 pada Sabtu (07/11/2026).
Langkah ini menjadi upaya konkret pemerintah daerah dalam menekan biaya operasional yang selama ini membebani para nelayan lokal saat melaut.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten PPU, Andi Trasodiharto, menyatakan bahwa pemberian kuota ini merupakan realisasi komitmen pemerintah daerah. Menurutnya, kelompok nelayan di kedua kelurahan tersebut sebelumnya belum pernah mendapatkan akses solar bersubsidi secara khusus.
“Alhamdulillah, untuk saat ini Kelurahan Pantai Lango dan Jenebora mendapatkan penambahan kuota sebesar 32.000 liter. Kuota tersebut diperuntukkan bagi pemenuhan kebutuhan 130 nelayan yang telah melalui proses verifikasi,” ujar Andi.
Andi menjelaskan, pemerintah menerapkan standar verifikasi administrasi yang ketat guna memastikan bantuan tepat sasaran. Setiap penerima wajib memiliki kapal dengan dokumen Pas Kecil, mesin kapal, serta terdaftar dalam sistem e-KUSUKA sebagai dasar penerbitan e-barcode pembelian BBM.
Bagi nelayan yang belum melengkapi administrasi, pemerintah masih memberikan kesempatan untuk melakukan perbaikan data. Dinas Perikanan PPU akan terus memproses usulan baru setelah persyaratan dinyatakan lengkap oleh sistem.
“Tidak semua nelayan dapat langsung memperoleh solar bersubsidi karena ada persyaratan administrasi yang harus dipenuhi. Kami mengimbau nelayan yang belum terdaftar agar segera melengkapi dokumennya,” tambahnya.
Untuk menjaga distribusi, dinas terkait akan melakukan pengawasan berkala bersama kepolisian dan Bagian Perekonomian. Jika ditemukan penyimpangan administrasi, rekomendasi penyaluran BBM dapat dievaluasi hingga dibekukan sesuai ketentuan.
Salah satu nelayan asal Kelurahan Jenebora, Muhammad Abdul, mengaku sangat terbantu dengan adanya program ini. Sebelumnya, ia harus membeli BBM dengan harga pasar yang mencapai Rp15.000 hingga Rp17.000 per liter.
“Alhamdulillah, bantuan subsidi BBM ini sangat membantu kami. Sudah cukup lama kami menunggu agar nelayan bisa mendapatkan solar bersubsidi. Dengan adanya penyaluran ini, tentu biaya operasional untuk melaut menjadi lebih terbantu,” kata Muhammad Abdul.
Ia berharap pemerintah terus memperluas jangkauan program ini bagi nelayan lain yang belum terdata. Keberlanjutan akses BBM bersubsidi dinilai menjadi kunci utama untuk menjaga kelangsungan usaha perikanan masyarakat pesisir di Penajam Paser Utara.
(ADV DISKOMINFO PPU)




