RISALAH

Aktual dan Terpercaya

ADVETORIAL DPRD PPU

DPRD PPU Dorong Desa Bentuk KUD di Kelola Profesional

Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Penajam Paser Utara (PPU), Thohiron.

PENAJAM, RISALAH – Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Penajam Paser Utara (PPU), Thohiron, mendorong desa-desa di wilayah Benuo Taka ini memiliki peluang besar untuk membentuk koperasi unit desa (KUD) yang mampu menopang kebutuhan warga secara mandiri.

Keberhasilan koperasi sangat bergantung pada kebersamaan dan solidaritas pengurus dan partisipasi aktif masyarakat desa.

Koperasi tersebut harus dikelola secara profesional sehingga dapat memenuhi kebutuhan masyarakat yang di desa.

Menurut Thohiron, koperasi dapat menjadi solusi penyediaan kebutuhan pokok seperti obat-obatan, pupuk, hingga sandang, apabila dikelola secara profesional dan melibatkan seluruh elemen desa.

“Desa sebenarnya bisa membentuk koperasi unit desa untuk melayani berbagai kebutuhan warga. Tetapi masalahnya saat ini justru berada di pengelolaan. Banyak koperasi yang tidak berjalan maksimal karena lemahnya kepengurusan dan minimnya kepercayaan masyarakat,” katanya, Selasa (22/04/2025).

Ia menambahkan, pengalaman masa lalu yang kurang sukses dalam pengelolaan koperasi turut memicu semacam “trauma kolektif” yang membuat masyarakat ragu untuk kembali aktif berpartisipasi. Padahal, jika dikelola dengan solid, koperasi dapat menjadi tulang punggung ekonomi desa.

“Semua warga desa harus menjadi anggota, dan kebutuhan mereka dipenuhi lewat koperasi. Tapi ini hanya bisa terwujud kalau pengurusnya kompak dan masyarakat memiliki pandangan yang sama dalam membesarkan koperasi tersebut,” jelasnya.

Thohiron juga menyoroti tantangan loyalitas konsumen dalam sistem koperasi. Menurutnya, masyarakat cenderung sensitif terhadap selisih harga, meski kecil. Hal ini bisa menjadi kendala jika tidak dibarengi dengan pemahaman kolektif soal pentingnya membangun ekonomi bersama.

“Selisih harga seribu rupiah saja bisa membuat orang pindah ke toko lain. Padahal, keberhasilan koperasi tergantung pada loyalitas dan konsistensi anggotanya,” tambahnya.

Ia juga menegaskan pentingnya kompetensi pengurus koperasi, terutama dalam hal kewirausahaan dan pengelolaan usaha. Tanpa kemampuan tersebut, koperasi akan sulit bersaing dan bertahan dalam jangka panjang.

Dengan begitu DPRD PPU mendorong agar pemerintah daerah menyediakan pelatihan dan pendampingan berkelanjutan bagi calon pengelola koperasi, guna memastikan koperasi desa dapat berkembang menjadi badan usaha ekonomi yang sehat dan mandiri.(Red/adv)

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *