DPRD PPU Dorong Realisasi Jembatan Sungai Riko, Minta Dukungan Pendanaan Pusat

RISALAH, PENAJAM – Rencana pembangunan Jembatan Sungai Riko di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) kembali menjadi sorotan setelah bertahun-tahun belum terealisasi. Proyek strategis ini kembali tersendat akibat keterbatasan anggaran daerah.
Wakil Ketua II DPRD PPU, Andi Muhammad Yusuf, mengungkapkan bahwa wacana pembangunan jembatan tersebut telah didorong sejak lama, namun nilai proyek yang mencapai sekitar Rp1 triliun menjadi kendala utama. Hingga kini, belum ada sumber pendanaan yang mampu menutup kebutuhan biaya pembangunan.
“Infrastruktur ini sudah masuk dalam perencanaan tata ruang daerah sejak bertahun-tahun lalu, tapi sampai saat ini belum ada dibangun,” ujar Andi, (04/12/2025).
Menurutnya, meskipun Kabupaten PPU telah menunjukkan komitmen melalui penyusunan dokumen awal, kemampuan APBD daerah tetap terbatas karena sebagian besar anggaran telah terserap untuk sektor wajib.
“Jadi kalau menunggu APBD yang tidak memungkinkan akan membuat rencana pembangunan semakin stagnan. Karena itu, langkah agresif untuk meminta pendanaan pusat harus kembali digencarkan,” jelasnya.
Andi menekankan pentingnya proyek tersebut bagi masyarakat, terutama untuk meningkatkan akses cepat menuju Balikpapan yang masih menjadi keluhan utama warga pesisir.
“Kita tidak ingin proyek ini hanya jadi cerita lama setiap tahun, kami berharap pemerintah pusat segera memberi perhatian khusus,” pungkasnya.
Dengan dukungan pendanaan pusat, DPRD PPU berharap Jembatan Sungai Riko dapat segera direalisasikan sehingga konektivitas dan mobilitas masyarakat di wilayah pesisir dapat meningkat signifikan. (ADV)




