DPRD PPU Soroti Lambatnya Program MBG, Hanya 20 Persen Pelajar Terlayani

RISALAH, PENAJAM – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dinilai belum optimal akibat keterbatasan infrastruktur dapur layanan.
Anggota DPRD PPU, Andi Iskandar Hamala, menjelaskan lambatnya pembangunan dapur dan fasilitas penunjang membuat layanan MBG baru menjangkau sebagian kecil pelajar. “Hingga saat ini, baru empat dapur MBG yang beroperasi, masing-masing dua di Kecamatan Sepaku dan Penajam. Kecamatan Waru dan Babulu belum mendapatkan layanan karena fasilitas belum siap,” ujarnya, Jumat (28/11/2025).
Kabupaten PPU mencatat lebih dari 35 ribu pelajar sebagai sasaran program, namun cakupan distribusi baru sekitar 20 persen. Andi menekankan pentingnya percepatan penyediaan sarana dapur agar pelayanan bisa merata dan adil bagi seluruh siswa.
Ia menambahkan, percepatan program sangat bergantung pada Badan Gizi Nasional (BGN) selaku pengelola teknis. Penyelesaian pembangunan dapur layanan dan gedung pendukung menjadi prioritas agar cakupan MBG dapat diperluas.
“Program ini bagus dan memiliki dampak besar bagi peningkatan kualitas gizi dan konsentrasi belajar anak-anak di PPU. Kami mendukung penuh dan berharap manfaatnya semakin besar bagi generasi muda,” tandas Andi. (adv)
(adv)




