RISALAH

Aktual dan Terpercaya

Penajam Paser Utara

Mayoritas Guru Pensiun, Pemkab PPU Antisipasi Kekurangan Tenaga Pendidik

Ilustrasi guru (Dok. Kemendikbudristek)


PENAJAM
– Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mulai mengantisipasi berkurangnya tenaga pendidik seiring banyaknya guru aparatur sipil negara (ASN) yang memasuki masa pensiun sepanjang 2026.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) PPU, Khairudin, mengatakan sektor pendidikan menjadi yang paling terdampak karena sebagian besar dari 104 ASN yang akan pensiun tahun ini merupakan tenaga guru.

“Pegawai yang pensiun sepanjang 2026 ada sekitar 104 orang. Mulai dari jabatan pimpinan tinggi, administrator, fungsional, sampai guru dan tenaga kesehatan,” ujarnya.

Menurut Khairudin, dominasi guru dalam daftar ASN yang pensiun menjadi perhatian pemerintah daerah karena berpotensi memengaruhi pemenuhan kebutuhan tenaga pendidik di sekolah.

“Dari jumlah itu, memang yang paling banyak pensiun adalah guru,” katanya.

Meski demikian, BKPSDM menegaskan kekurangan guru tidak bisa diatasi dengan memindahkan tenaga pendidik dari daerah lain. Setiap daerah juga memiliki kebutuhan guru yang harus dipenuhi sehingga mutasi harus mempertimbangkan keseimbangan distribusi tenaga pendidik.

“Tidak bisa. Kalau kita tarik gurunya, nanti daerah asalnya juga kekurangan. Guru juga harus mempertimbangkan zonasi penempatan. Masa rumahnya di Penajam, tetapi mengajar di Sepaku,” jelasnya.

Karena itu, pemerintah daerah akan memenuhi kebutuhan guru melalui mekanisme kepegawaian yang berlaku agar proses belajar mengajar tetap berjalan optimal.

Selain tenaga guru, dua pejabat pimpinan tinggi pratama (eselon II) juga dijadwalkan memasuki masa pensiun tahun ini, yakni Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Alimuddin, serta Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Sekretariat Kabupaten PPU, Sodikin.

Khairudin memastikan pemerintah daerah akan terus memantau kebutuhan ASN di berbagai sektor agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan meski jumlah pegawai yang memasuki masa pensiun terus bertambah.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *