Investasi PPU Masih Jauh dari Target, DPMPTSP Genjot Pendampingan LKPM Perusahaan

RISALAH, PENAJAM – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Penajam Paser Utara bergerak cepat menggenjot pendampingan kepatuhan pelaporan investasi perusahaan. Langkah ini diambil guna mengejar ketertinggalan realisasi investasi yang hingga triwulan III 2026 baru mencapai sekitar Rp700 miliar dari total target Rp3,3 triliun.
Capaian yang masih terpaut jauh dari target provinsi tersebut kini menjadi fokus evaluasi utama pemerintah daerah. DPMPTSP memprioritaskan asistensi pengisian Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) bagi seluruh pelaku usaha yang beroperasi di wilayah PPU.
Kepala DPMPTSP PPU, Amrullah, mengungkapkan bahwa tantangan penyerapan investasi tahun ini cukup berat. Realisasi tidak hanya bergantung pada masuknya modal baru, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh kedisiplinan perusahaan dalam memperbarui data kegiatan usaha mereka secara berkala.
“Target investasi untuk tahun 2026 di Rp3,3 triliun. Realisasi sampai triwulan III itu kurang lebih Rp700 miliar. Jadi memang masih jauh dari target yang ditargetkan,” ujarnya.
Amrullah menjelaskan, pihaknya sebenarnya sudah mengomunikasikan kondisi riil di lapangan kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur saat penetapan kuota. Kendati proyeksi dinilai cukup berat sejak awal pembahasan, pemerintah daerah tetap berkomitmen mengejar angka yang telah ditetapkan secara optimal.
“Kita juga sudah sampaikan saat rapat bahwa untuk saat ini kita susah untuk mencapai target itu,” ucapnya.
Selain faktor pelaporan, pergerakan investasi di PPU juga sangat terikat dengan dinamika pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Sebagai pembanding, pada 2024 lalu target Rp2,5 triliun berhasil terlampaui hingga menembus angka Rp3,7 triliun saat akselerasi fisik IKN berlangsung secara masif.
Guna mendongkrak capaian di sisa tahun berjalan, DPMPTSP PPU kini mengintensifkan monitoring langsung serta membuka ruang pendampingan intensif bagi pelaku usaha yang mengalami kendala teknis pelaporan. Upaya jemput bola ini diharapkan dapat mencatat seluruh modal riil yang tertanam sekaligus memetakan potensi investasi tambahan.
(ADV DISKOMINFO PPU)




