Kehilangan Rumah dan Dua Anak, Korban Kebakaran Sungai Parit Terima Bantuan Pemkab PPU

PENAJAM – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) bergerak cepat menangani dampak kebakaran yang melanda RT 6, Kelurahan Sungai Parit, Kecamatan Penajam.
Selain menyalurkan bantuan logistik dan uang tunai, pemerintah juga memastikan keluarga korban akan memperoleh pendampingan psikologis untuk mempercepat proses pemulihan.
Bupati PPU, Mudyat Noor, mengatakan penanganan langsung dilakukan sesaat setelah kebakaran terjadi melalui koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD).
“Sejak kejadian, pemerintah daerah langsung bergerak memberikan respons cepat kepada korban,” kata Mudyat.
Menurutnya, bantuan yang disalurkan meliputi kebutuhan pokok dan bantuan tunai dari sejumlah instansi pemerintah.
Sementara itu, pihak pemerintah kecamatan juga membuka donasi bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi membantu keluarga terdampak.
“Kami berharap bantuan yang terkumpul dapat meringankan beban keluarga korban,” ujarnya.
Tak hanya memenuhi kebutuhan dasar korban, Pemkab PPU juga menyiapkan layanan pendampingan psikologis bagi keluarga yang ditinggalkan untuk membantu pemulihan trauma akibat musibah tersebut.
“Teman-teman dari rumah sakit akan memberikan pendampingan psikologis terhadap korban,” terangnya.
Di sisi lain, Mudyat mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama di tengah cuaca panas yang melanda sejumlah wilayah.
Pemerintah pusat maupun pemerintah daerah dinilai telah berulang kali mengingatkan masyarakat mengenai meningkatnya risiko kebakaran saat musim kemarau.
“Cuaca panas saat ini cukup ekstrem. Oleh sebab itu, harus mencegah atau waspada sejak dini terhadap potensi-potensi khususnya kebakaran,” tuturnya.
Diketahui, kebakaran yang terjadi pada Kamis (9/7/2026) menghanguskan sebuah rumah dan merenggut dua korban jiwa, yakni MAQ (7) dan MFF (4). Selain kehilangan dua anggota keluarga, korban terdampak juga kehilangan tempat tinggal sehingga membutuhkan dukungan masyarakat.




