
PENAJAM — Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana DP3AP2KB Kabupaten Penajam Paser Utara menggelar sosialisasi Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) sebagai upaya mendukung program pembangunan kependudukan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Kegiatan tersebut berlangsung di Aula SMP Negeri 13 Kecamatan Waru, Kabupaten Penajam Paser Utara, Selasa (19/5/2026), dan diikuti puluhan guru dari tingkat sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP).
Program SSK merupakan strategi untuk memberikan pemahaman kepada peserta didik terkait isu kependudukan, pembentukan karakter generasi muda yang berkualitas serta peningkatan wawasan tentang kependudukan guna mendukung terwujudnya sekolah siaga kependudukan paripurna.
Kepala DP3AP2KB PPU, Jansje Grace Makisurat, mengatakan program tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan siswa mengenai kependudukan melalui peran guru sebagai pengajar utama di sekolah.
“Pelaksanaan Sekolah Siaga Kependudukan ini untuk meningkatkan pengetahuan siswa tentang kependudukan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, para guru yang menjadi peserta sosialisasi nantinya akan mengimplementasikan materi tersebut kepada siswa di sekolah masing-masing, termasuk menanamkan perilaku bertanggung jawab terkait kehidupan berkeluarga.
“Pesertanya guru, jadi mereka yang akan mengajarkan kepada siswa tentang kependudukan serta menumbuhkan perilaku bertanggung jawab terkait kehidupan berkeluarga. Selain itu, juga mendorong sekolah menjadi pusat informasi kependudukan dan mengintegrasikan pendidikan kependudukan dalam pembelajaran,” kata Grace.
Menurutnya, program ini bertujuan mempersiapkan generasi muda agar memiliki pemahaman sejak dini mengenai kehidupan berkeluarga yang sehat, sejahtera, dan mandiri.
“Target akhirnya adalah mempersiapkan anak-anak agar ketika berkeluarga nanti sudah dalam kondisi siap dan memahami keluarga yang sehat, sejahtera, dan mandiri,” tambahnya.
Ia juga menyebutkan bahwa materi kependudukan akan diintegrasikan ke dalam sejumlah mata pelajaran, seperti Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) pada materi reproduksi.
Selain itu, DP3AP2KB PPU akan terus melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program tersebut guna memastikan efektivitasnya di lapangan.
“Kami akan terus melakukan evaluasi agar program ini tepat sasaran, dan guru yang telah dibekali dapat memahami tugas serta fungsinya dengan baik,” ujarnya.
Grace menambahkan, guru dibekali aplikasi khusus untuk memantau dan mengevaluasi pelaksanaan SSK di masing-masing sekolah. (adv)





