RISALAH

Aktual dan Terpercaya

ADVETORIAL Penajam Paser Utara

Pemkab PPU dan Pertamina Sinergi Percepat Pengelolaan Cadangan Air Bersih

Pemkab PPU bersama instansi terkait turun langsung melakukan peninjauan ke lokasi embung di Kelurahan Lawe-lawe dan kawasan Buluminung, Kecamatan Penajam. (doc.humaspemkabppu)

RISALAH, PENAJAM – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mengambil langkah strategis guna memitigasi potensi krisis air bersih jangka panjang. Jajaran pejabat Pemkab PPU meninjau langsung lokasi embung di Kelurahan Lawe-lawe dan kawasan Buluminung, Kecamatan Penajam, pada Senin (2/11/2026).

Peninjauan ini dipimpin oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat serta Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan. Hadir pula Direktur Perumda Air Minum Danum Taka (AMDT), perwakilan DPRD, Dinas PUPR, hingga pihak Pertamina.

Langkah ini dilakukan merespons proyeksi BMKG dan BRIN terkait potensi ancaman kekeringan akibat fenomena El Nino Godzilla. Wilayah PPU diprediksi akan menghadapi musim kemarau panjang yang diperkirakan berlangsung dari Maret 2027 hingga 2028 setelah berakhirnya curah hujan tinggi.

Direktur Perumda AMDT, Abdul Rasyid, menyatakan bahwa Embung Lawe-lawe akan difungsikan sebagai cadangan air strategis. Embung tersebut memiliki kedalaman 4 meter dengan luas wilayah mencapai 17 hektar.

Dalam proses percepatan pengerjaan, Pertamina memberikan dukungan penuh melalui penyediaan anggaran dan bahan bakar alat berat. Perwakilan Pertamina, Simon Siregar, menyebut dukungan tersebut melibatkan sinergi antara Pertamina KPB, PHKT, dan RU V Balikpapan.

“Pihaknya telah menyiapkan anggaran sekitar Rp350 juta yang disalurkan melalui mekanisme khusus untuk membantu pemenuhan bahan bakar alat berat. Proses pengerukan permukaan tanah ditargetkan selesai bulan ini agar tampungan air berfungsi optimal saat puncak hujan,” ujar Simon.

Dinas PUPR PPU turut menyatakan kesiapannya untuk mengerahkan alat berat serta tenaga kerja teknis. Langkah ini dilakukan untuk mengawal pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat di wilayah tersebut secara berkelanjutan.

Sebagai opsi tambahan, Pemkab PPU menyiapkan pemanfaatan embung di Buluminung. Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat, Nicko Herlambang, menyebut embung tersebut memiliki cadangan air hingga 2,5 juta kubik.

“Embung Buluminung memiliki kedalaman 20 hingga 22 meter dengan total cadangan air mencapai 2 juta hingga 2,5 juta kubik,” ungkap Nicko.

Meski menghadapi tantangan teknis berupa tingkat keasaman air, pemerintah daerah telah menyiapkan rekayasa teknik berupa sistem pemompaan dan pengolahan CAO. Sistem ini diharapkan mampu mengalirkan kapasitas 50 liter per detik untuk kebutuhan warga selama 6 hingga 8 bulan ke depan.

Agenda peninjauan diakhiri dengan pengecekan langsung di lapangan untuk memastikan seluruh solusi teknis berjalan sesuai rencana. Pemerintah berkomitmen penuh menjaga stabilitas ketersediaan air bersih demi kesejahteraan seluruh masyarakat PPU.
(ADV DISKOMINFO PPU)

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *