
PENAJAM – Momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) untuk memperluas akses layanan keluarga berencana (KB) melalui program Safari KB.
Kegiatan yang digelar Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) PPU itu berlangsung di Puskesmas Penajam, Rabu (5/8/2026), dengan fokus pelayanan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) dan non-MKJP.
Kepala DP3AP2KB PPU, dr. Jansje Grace Makisurat, mengatakan Safari KB menjadi strategi jemput bola pemerintah untuk mendekatkan layanan kepada masyarakat, sekaligus meningkatkan kesertaan akseptor aktif.
“Momentum HUT RI kami manfaatkan untuk memperluas jangkauan pelayanan. Masyarakat bisa mendapatkan layanan KB secara mudah, aman, dan berkualitas,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, layanan MKJP yang diberikan meliputi pemasangan implan dan alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR/IUD), sementara metode non-MKJP berupa suntik KB. Metode MKJP sendiri dikenal sebagai kontrasepsi jangka panjang yang efektif dan mampu menjarangkan hingga menghentikan kehamilan dalam waktu lama.
Sebelum mengikuti pelayanan, calon akseptor telah melalui tahapan pendataan dan penyuluhan oleh Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) di tingkat desa dan kelurahan. Edukasi tersebut mencakup pemilihan metode kontrasepsi yang sesuai dengan kondisi kesehatan dan kebutuhan masing-masing.
Selanjutnya, peserta dijadwalkan datang ke Puskesmas untuk menjalani skrining kesehatan. Pemeriksaan dilakukan guna memastikan metode yang dipilih aman, sesuai usia, serta mempertimbangkan riwayat penyakit penyerta.
Pelaksanaan Safari KB ini juga melibatkan pemerintah kecamatan dan kelurahan di wilayah Penajam, seperti Kelurahan Penajam, Gunung Seteleng, Nenang, Sungai Parit, Nipah-Nipah, Jenebora, Gersik, hingga Pantai Lango. Sosialisasi dilakukan secara berjenjang agar masyarakat dapat mengikuti pelayanan sebagai calon akseptor.
Melalui kegiatan ini, Pemkab PPU menargetkan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perencanaan keluarga sekaligus memperluas cakupan peserta KB aktif.
“Harapannya, program ini mampu mendukung terwujudnya keluarga yang sehat, sejahtera, dan berkualitas,” tutupnya. (adv)





