RISALAH

Aktual dan Terpercaya

DP3AP2KB

Lewat Dashat, DP3AP2KB PPU Dorong Keluarga Mandiri Penuhi Gizi Anak

Foto: Kepala DP3AP2KB PPU, Jansje Grace Makisurat, bersama peserta pelatihan Dashat yang digelar di Balai Penyuluh KB, Kecamatan Waru, Senin (27/4/2026). (Istimewa)


RISALAH.SITE, PENAJAM
– Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menggelar sosialisasi dan pelatihan Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) di Balai Penyuluh KB, Kecamatan Waru, Senin (27/4/2026).

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan keluarga, khususnya ibu hamil, ibu menyusui serta ibu balita dalam menyediakan makanan sehat, bergizi dan beragam guna mencegah serta mengatasi stunting.

Dalam pelaksanaannya, program Dashat menitikberatkan pada pelatihan dan praktik langsung memasak menu lokal yang kaya gizi, ekonomis serta sesuai dengan kebutuhan tumbuh kembang anak pada setiap kelompok usia. Selain itu, pemanfaatan bahan pangan lokal menjadi fokus utama agar keluarga dapat mandiri dalam memenuhi kebutuhan gizi sehari-hari.

Tak hanya berorientasi pada perbaikan asupan gizi, program ini juga diarahkan untuk mendorong pemberdayaan ekonomi keluarga melalui pengolahan pangan sehat berbasis sumber daya yang tersedia di lingkungan sekitar.

Kepala DP3AP2KB PPU, Jansje Grace Makisurat, menekankan peran penting kader dalam menyukseskan program tersebut di tingkat masyarakat.

“Ibu-ibu kader menjadi harapan kami untuk menyosialisasikan Dashat kepada masyarakat,” ujarnya.

Lanjutnya, kader diharapkan mampu mengedukasi keluarga agar memanfaatkan bahan makanan yang mudah diperoleh di lingkungan sekitar.

“Menu yang disajikan sebaiknya berasal dari bahan yang mudah didapat. Kemudian, keluarga berisiko stunting juga bisa diajak berkebun di halaman rumah, walaupun hanya menanam sayur di polibag atau memelihara ikan maupun ayam,” jelasnya.

Menurutnya, upaya sederhana tersebut dapat membantu meningkatkan ketahanan pangan sekaligus memenuhi kebutuhan nutrisi keluarga.

“Kami mengajak keluarga yang anaknya stunting atau berisiko untuk mulai menanam sayur atau beternak kecil-kecilan di rumah. Jika memiliki kemampuan lebih, bisa memelihara ikan. Harapannya, kebutuhan nutrisi keluarga dapat terpenuhi dengan baik,” tambahnya.

Lebih lanjut, pihaknya juga berencana memberikan dukungan berupa bantuan bibit tanaman maupun ikan kepada keluarga berisiko stunting.

“Kami akan berupaya membantu melalui kerja sama dengan Dinas Pertanian dan Dinas Perikanan,” ungkap Jansje.

Ia menegaskan, di tengah kondisi ekonomi yang menantang, keluarga dituntut untuk lebih inovatif dalam memanfaatkan lahan pekarangan.

“Dalam kondisi yang sulit ini, semua keluarga harus memiliki inovasi. Tidak hanya institusi, keluarga juga harus mampu menciptakan nilai ekonomi dari halaman rumah. Itu yang akan kami dorong,” pungkasnya. (adv)

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *