
RISALAH.SITE, PENAJAM – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menilai kesenjangan gender di wilayahnya masih terjadi.
Berbagai tantangan dinilai masih perlu diatasi agar perempuan memperoleh kesempatan yang setara, baik dalam dunia kerja maupun dalam pengambilan keputusan di lingkungan pemerintahan.
Kepala DP3AP2KB PPU, Jansje Grace Makisurat, mengungkapkan bahwa kondisi kesetaraan gender di PPU belum sepenuhnya inklusif.
“Kerustamaan gender di Penajam, belum bisa dikatakan inklusif,” ujarnya, Rabu (22/4/2026).
Ia menjelaskan, angka kesenjangan gender di PPU saat ini masih berada pada angka 0,474. Angka tersebut menunjukkan bahwa kesetaraan antara laki-laki dan perempuan belum tercapai secara ideal.
“Angka kesenjangan gender di PPU masih di angkat 0,474. Harusnya itu 0, tidak ada kesenjangan, dengan angka itu kan artinya masih ada kesenjangan,” jelasnya.
Menurutnya, salah satu upaya yang terus didorong adalah meningkatkan peran dan posisi perempuan, khususnya di lingkungan institusi pemerintahan atau organisasi perangkat daerah (OPD).
“Kita mau mengangkat keberadaan perempuan di institusi atau OPD, karena kadang masih ada berapa pegawai atau pejabat memandang sebelah mata pegawai perempuan,” tegasnya.
DP3AP2KB PPU memiliki peran dalam mendorong pemberdayaan perempuan serta pengarusutamaan gender di daerah, termasuk melalui berbagai program peningkatan partisipasi perempuan di bidang sosial, ekonomi, hingga pemerintahan.
Upaya tersebut diharapkan mampu menekan kesenjangan gender serta menciptakan lingkungan kerja yang lebih setara dan inklusif di Benuo Taka. (adv)





