MPLS Jadi Momentum Edukasi, DP3AP2KB PPU Bakal Turunkan Tim ke Sekolah Cegah Kekerasan

PENAJAM – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) akan memanfaatkan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sebagai momentum memperkuat edukasi pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Melalui program tersebut, DP3AP2KB akan menerjunkan tim sosialisasi ke sejumlah sekolah tingkat SMP dan SMA. Materi yang disampaikan meliputi pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), serta risiko pernikahan usia dini.
Kepala DP3AP2KB PPU, Jansje Grace Makisurat, mengatakan persiapan pembentukan tim tengah dilakukan agar sosialisasi dapat dimulai bersamaan dengan pelaksanaan MPLS.
”Kami sedang menyusun tim yang nantinya turun langsung ke sekolah-sekolah untuk memberikan sosialisasi terkait kekerasan terhadap perempuan dan anak, kekerasan dalam rumah tangga, pernikahan dini, dan materi lainnya,” ujarnya, Jumat (10/7/2026).
Menurut Jansje, remaja merupakan kelompok usia yang perlu dibekali pemahaman sejak dini mengenai berbagai bentuk kekerasan, cara mengenali situasi yang berisiko, hingga mekanisme pelaporan apabila menjadi korban maupun menyaksikan tindak kekerasan.
Ia menilai sekolah menjadi ruang yang strategis untuk membangun kesadaran tersebut karena peserta didik menghabiskan sebagian besar waktunya di lingkungan pendidikan.
Untuk memperluas jangkauan sosialisasi, DP3AP2KB telah menyiapkan empat hingga lima tim yang akan disebar ke berbagai sekolah di PPU.
”Kita sudah menyiapkan empat sampai lima tim yang nantinya turun ke sekolah-sekolah,” katanya.
Melalui kegiatan ini, pemerintah daerah berharap pelajar memiliki pemahaman yang lebih baik tentang perlindungan diri, berani melaporkan setiap bentuk kekerasan, serta turut menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan. (adv)





