
PENAJAM – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menghidupkan kembali program Perempuan Kepala Keluarga (Pekka) guna memperkuat kemandirian ekonomi perempuan. Sekitar 2.000 perempuan yang menjadi tulang punggung keluarga menjadi sasaran utama program tersebut.
Kepala DP3AP2KB PPU, Jansje Grace Makisurat, mengatakan kelompok Pekka mencakup perempuan yang suaminya meninggal dunia maupun tidak lagi mampu bekerja, sehingga mereka berperan sebagai penopang utama ekonomi keluarga.
“Di PPU ada sekitar 2.000 perempuan berstatus kepala keluarga. Pemerintah harus hadir agar mereka mampu mandiri secara ekonomi,” ujarnya, Rabu (5/8/2026).
Sebagai langkah awal, DP3AP2KB menggelar sosialisasi peningkatan partisipasi perempuan di bidang sosial dan ekonomi di Balai KB Kecamatan Penajam. Kegiatan ini diikuti ibu rumah tangga dan kelompok Pekka, dengan menghadirkan narasumber Emah Marsela, content creator yang mengembangkan hobi berkebun menjadi sumber penghasilan.
Grace menilai, pengalaman tersebut diharapkan dapat membuka wawasan peserta dalam melihat peluang usaha rumahan yang produktif.
“Kami ingin mendorong perempuan agar berani mandiri. Dari hobi bisa menjadi penghasilan. Kemandirian ekonomi penting, karena ketergantungan kerap menjadi pemicu persoalan dalam rumah tangga,” tegasnya.
Ia menambahkan, pemberdayaan ekonomi perempuan tidak hanya berdampak pada peningkatan kesejahteraan keluarga, tetapi juga menjadi langkah preventif terhadap kekerasan dalam rumah tangga.
Ke depan, DP3AP2KB berencana mengaktifkan kembali kelompok Pekka melalui pertemuan rutin sebagai wadah berbagi keterampilan dan pengetahuan.
“Program ini akan kami dorong aktif kembali. Pertemuan rutin bisa menjadi ruang berbagi keahlian, mulai dari keterampilan memasak hingga edukasi ekonomi,” jelasnya.
Meski pelaksanaan di kecamatan lain masih terkendala anggaran, pemerintah tetap membuka peluang kolaborasi dengan sektor swasta dan perbankan melalui skema CSR untuk memperluas jangkauan program.
“Jika kelompok ini aktif, kami akan menjembatani kerja sama dengan pihak swasta guna mendukung pelatihan dan pemberdayaan,” pungkasnya. (adv)





