
PENAJAM – Hasil program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menemukan kurang aktivitas fisik menjadi faktor risiko kesehatan terbanyak. Kondisi tersebut tercatat pada 10.423 peserta pemeriksaan hingga 9 September 2026.
Selain kurang aktivitas fisik, Dinas Kesehatan (Dinkes) PPU mencatat 7.273 peserta mengalami obesitas dan 5.632 orang memiliki masalah karies gigi.
Plt Kepala Dinkes PPU, dr. Lukasiwan Eddy Saputro, mengatakan data tersebut bersumber dari aplikasi Sehat Indonesiaku (ASIK).
“Budaya hidup sehat harus terus digalakkan melalui aktivitas olahraga ringan seperti berjalan, berlari, bersepeda hingga berenang,” kata Lukas, Rabu (16/9/2026).
Ia menjelaskan, kurangnya aktivitas fisik berkaitan dengan perubahan pola hidup masyarakat di era digital.
Selain tiga faktor risiko tersebut, hasil CKG juga menemukan hipertensi pada 2.799 peserta, kemungkinan gejala depresi dan/atau kecemasan 1.859 orang, serta paparan asap rokok 1.797 orang.
Gangguan penglihatan tercatat pada 1.119 peserta, diabetes 997 orang, dislipidemia 683 orang, dan risiko hepatitis 457 orang.
Di sisi lain, cakupan CKG PPU masih rendah. Hingga 9 September 2026, baru 26.652 warga atau 12,88 persen dari total 206.938 penduduk yang menjalani pemeriksaan.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 18.084 peserta membutuhkan pemeriksaan atau penatalaksanaan lanjutan. Namun, baru 948 orang yang tercatat telah mendapatkan tindak lanjut di puskesmas.
Lukas mengatakan, sebagian warga tidak kembali ke puskesmas setelah diarahkan menjalani pemeriksaan lanjutan. Keterbatasan tenaga kesehatan dan kebutuhan peralatan khusus juga menjadi kendala.
Ia menegaskan, faktor risiko yang ditemukan melalui CKG belum dapat langsung dikategorikan sebagai diagnosis penyakit. Kepastian kondisi kesehatan peserta memerlukan pemeriksaan lanjutan.



