
PENAJAM – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) sepanjang 2026 menunjukkan pola persebaran yang berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Titik kebakaran kini muncul di berbagai lokasi dengan karakteristik lahan yang beragam.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) PPU Nurlaila mengatakan, pola karhutla tahun ini lebih menyebar dibandingkan kejadian pada 2015, 2019, dan 2023.
“Di 2026 ini lebih variatif, lebih bervariasi lokasinya. Tersebar,” kata Nurlaila, Rabu (16/9/2026).
Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD PPU yang telah disinkronkan dengan laporan delapan posko Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) PPU, tercatat 145 kejadian karhutla dengan total luasan terbakar 282,68 hektare.
Data tersebut dihimpun sepanjang Januari hingga 15 September 2026. Kebakaran tersebar di empat kecamatan, yakni Penajam, Waru, Babulu, dan Sepaku.
Kecamatan Penajam mencatat kejadian terbanyak dengan 79 titik dan luasan terbakar mencapai 162 hektare. Selanjutnya, Sepaku mencatat 18 kejadian dengan luas 54 hektare.
Sementara itu, Kecamatan Babulu mencatat 37 kejadian dengan luas lahan terbakar 42 hektare. Adapun Waru mencatat 11 kejadian dengan luasan 23 hektare.
Nurlaila menjelaskan, kebakaran tahun ini terjadi pada berbagai jenis lahan, mulai dari kawasan mineral, semak belukar, pepohonan, hingga perkebunan kelapa sawit.
Menghadapi titik kebakaran yang tersebar di sejumlah lokasi, BPBD PPU melakukan pemetaan sumber air untuk mendukung proses pemadaman.
Langkah tersebut dilakukan terutama pada lokasi yang sulit dijangkau kendaraan pemadam. Pemetaan sumber air diperlukan agar kebutuhan air tetap terpenuhi selama proses penanganan kebakaran.
“Sebagian besar lokasi-lokasi yang tidak bisa dijangkau itu kita sudah memetakan sumber-sumber airnya,” jelas Nurlaila.
Untuk lokasi yang tidak memiliki sumber air di sekitar titik api, petugas menggunakan flexible tank atau tangki penampungan fleksibel.
Air ditransfer dari lokasi terakhir yang dapat dijangkau mobil pemadam menuju tangki tersebut. Selanjutnya, air dipompa menggunakan pompa portabel dan dialirkan melalui hamparan selang hingga mencapai titik kebakaran.
“Jadi ada dua kali transfer air,” pungkasnya.





