
PENAJAM – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mematangkan persiapan pelaksanaan Job Fair 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 5–6 Agustus di Graha Pemuda Penajam, Kelurahan Nipah-Nipah, Kecamatan Penajam.
Sebanyak 30 perusahaan ditargetkan berpartisipasi dalam bursa kerja tersebut guna memperluas peluang kerja bagi masyarakat.
Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja dan Transmigrasi Disnakertrans PPU, Eko Yulianto, mengatakan undangan telah dikirimkan kepada 36 perusahaan dari berbagai sektor usaha.
Hingga awal Juli, pihaknya telah menerima laporan awal mengenai sekitar 110 lowongan pekerjaan yang akan dibuka.
“Target kami sedikitnya 30 perusahaan ikut berpartisipasi. Sementara ini informasi yang sudah masuk sekitar 110 lowongan pekerjaan,” ujar Eko, Sabtu (11/7/2026).
Ia menjelaskan, perusahaan diberi waktu hingga 20 Juli 2026 untuk menyampaikan konfirmasi keikutsertaan secara tertulis. Kepastian tersebut diperlukan sebagai dasar penetapan jumlah peserta dan total formasi yang akan ditawarkan kepada pencari kerja.
Perusahaan yang diundang berasal dari berbagai sektor, mulai dari perkebunan, perhotelan, otomotif, ritel, hingga perbankan. Sejumlah perbankan juga telah menyatakan minat untuk kembali berpartisipasi dalam kegiatan tahunan tersebut.
“Bank Kaltimtara sudah menyampaikan secara lisan akan ikut seperti tahun-tahun sebelumnya. Kami juga telah mengundang Bank Mandiri dan BRI untuk berpartisipasi,” katanya.
Di sisi lain, Kepala Disnakertrans PPU, Adriani Amsyar, memastikan persiapan Job Fair 2026 tetap berjalan sesuai rencana meski pelaksanaannya dihadapkan pada keterbatasan anggaran.
Menurutnya, berbagai upaya telah dilakukan agar agenda tersebut tidak mengalami kendala. Salah satunya dengan memperkuat koordinasi bersama Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) terkait kepastian dukungan pendanaan.
Disnakertrans PPU telah mengajukan surat penetapan prioritas anggaran dan masih menunggu persetujuan resmi sebagai dasar pelaksanaan kegiatan.
“Kami telah menyampaikan surat prioritas anggaran kepada BKAD dan berharap segera memperoleh jawaban tertulis sebagai bentuk persetujuan,” tuturnya.
Ditambahkannya, job fair tidak hanya mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan, tetapi juga memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, dunia usaha dan lembaga pendidikan.




