BPBD PPU Siapkan Pemeriksaan Kesehatan bagi Petugas Penanganan Karhutla

RISALAH, PENAJAM — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) berencana melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap personel yang terlibat dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi fisik petugas tetap terpantau, mengingat intensitas pekerjaan meningkat ketika penanganan karhutla membutuhkan waktu yang cukup panjang.
Petugas yang berada di lapangan harus bekerja dalam durasi lama untuk melakukan pemadaman api. Kondisi tersebut membuat aspek kesehatan dan keselamatan personel menjadi perhatian, terutama karena mereka berhadapan dengan suhu panas, asap, serta medan yang cukup berat.
Kepala Pelaksana BPBD PPU, Nurlaila, mengatakan pihaknya berencana melibatkan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ratu Aji Putri Botung dan Dinas Kesehatan (Dinkes) PPU untuk memfasilitasi pemeriksaan kesehatan personel.
Namun, pemeriksaan tersebut belum dapat dilaksanakan karena petugas masih fokus melakukan penanganan karhutla di sejumlah wilayah.
“Pemeriksaan kesehatan akan kami jadwalkan. Kami akan meminta rumah sakit dan Dinas Kesehatan untuk memfasilitasi pemeriksaan bagi petugas,” ujar Nurlaila.
Menurutnya, pemeriksaan kesehatan kemungkinan dilakukan setelah kondisi karhutla mulai lebih aman. Saat ini, sekitar 35 personel satuan tugas (satgas) lapangan masih menjalankan tugas pemadaman secara rutin di sejumlah titik.
Untuk membantu menjaga kondisi fisik personel selama bertugas, BPBD PPU juga menyediakan sejumlah kebutuhan pendukung, seperti air mineral, susu, dan minuman bersuplemen. Bantuan tersebut diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan tubuh petugas yang bekerja di tengah kondisi panas dan paparan asap.
“Kami menyediakan susu, minuman bersuplemen, dan kebutuhan lainnya untuk membantu menjaga stamina teman-teman yang bertugas di lapangan,” jelasnya.
Selain menjaga stamina, perlindungan terhadap petugas selama proses pemadaman juga menjadi perhatian. Salah satunya melalui penggunaan alat pelindung diri, termasuk masker. Namun, penggunaan masker dalam waktu lama menjadi tantangan bagi sebagian petugas.
“Masker yang digunakan harus sesuai standar. Akan tetapi, tidak semua teman-teman bisa memakainya dalam waktu lama karena ada yang merasa kesulitan bernapas,” ungkap Nurlaila.
Di tengah tingginya risiko pekerjaan tersebut, Nurlaila memastikan hingga kini belum ada personel BPBD PPU yang mengalami luka berat selama penanganan karhutla. Sejumlah keluhan yang muncul di lapangan antara lain kelelahan, sakit pinggang, serta luka ringan seperti lecet pada bagian lutut.
Bahkan, pakaian sejumlah petugas sempat terbakar saat berada di lokasi pemadaman. Meski demikian, hingga saat ini tidak terdapat laporan mengenai personel yang mengalami luka bakar berat.
“Alhamdulillah, kalau luka bakar atau yang berat tidak ada. Paling pakaian petugas yang terbakar. Keluhan seperti sakit pinggang, kelelahan, dan lutut lecet tetap ada,” pungkasnya.
BPBD PPU terus mengingatkan pentingnya memperhatikan kondisi kesehatan dan keselamatan personel selama penanganan karhutla. Pemeriksaan kesehatan yang direncanakan diharapkan dapat membantu memastikan kondisi petugas tetap terpantau, sehingga mereka dapat menjalankan tugas penanganan kebakaran secara optimal dan aman.
(ADV DISKOMINFO PPU)





